Bunga Rampai Aceh

Selamat Datang Di "Bunga Rampai Aceh" Http://ChaerolRiezal.Blogspot.Com

17 Juni 2013

Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia Masa Partindo (Partai Indonesia)

Oleh: Inggrid Selviana dan Sri Wahyu Ningsih

Latar Belakang

Partindo merupakan organisasi kelanjutan dari PNI yang didirikan oleh Sartono yang pada saat itu menjabat sebagai ketua PNI-lama menggantikan Soekarno yang di tangkap pemerintah belanda tahun 1929. organisasi ini berdiri pada 30 april 1931 dengan harapan PNI akan bergabung dengan dengan partindo. Tujuan dari partindo adalah untuk mencapai satu Negara kesatuan Republik Indonesia Merdeka dan kemerdekaan akan tercapai apabila seluruh rakyat Indonesia bersatu padu. Konsep sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi yang diusung Ir.Soekarno diterima sebagai cita-cita dari partai ini. Karakteristik perjuangan partai ini adalah non kooperatif. Pada awalnya keputusan Sartono banyak mendapat kecaman dari anggota PNI-lama serta dari golongan yang tidak menyetujui pembubaran PNI. Namu sartono terus bejuang untuk memajukan organisasi partindo ini.
 
Partindo (Partai Indonesia)

Partindo salah satu organisasi yang banyak diminati pada masanya, hal ini di karenakan adanya Soekarno dalam organisasi ini yang memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat. Awalnya setelah Soekarno di bebaskan dari penjara suka miskin tahun 1932, ia bertekad menyatukan kembali PNI-baru dengan partindo, tetapi usahanya mengalami kegagalan, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk memilih partindo karena organisasi tersebut lebih sesuai dengan pribadinya dan menawarkan kebebasan untuk mengembangkan kemampuan agitasinya. Dia mengumumkan keputusannya tersebut pada tanggal 1 agustus 1932.


Setelah Ir.Soekarno bergabung dalam partai ini membuat partindo perkembangan meningkat pesat. Ir.Soekarno yang menjabat sebagai kepala cabang Bandung melakukan aksi-aksi yang memukau rakyat Indonesia. Dengan pidato-pidatonya yang menyihir membuat propaganda-propaganda partindo tersalurkan dan memikat rakyat Indonesia untuk masuk kedalam partai ini. Terbukti dengan jumlah keanggotaan yang meningkat dari 226 pada bulan agustus 1932 menjadi 3762 pada tahun 1933.


Pada kongres partindo juli 1933 Ir.Soekarno menjelaskan konsep marhaenisme kepada yang menentang analisa kelas dari PNI pendidikan dan lebih menyukai pejuangan membela rakyat kecil. Pada kongres ini juga Ir.Soekarno sukses menyampaikan konsep sosio-nasionalisme dan sosio-demokratisnya. Kongres-kongres yang selalu dipenuhi peminat ini membuat pemerintah melakukan wanti-wanti dengan melarang pegawai negeri untuk ikut bergabung dengan partai ini dan puncak aksi pengawasan pemerintah ini dengan dibuangnya tokoh yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan partai ini yaitu Ir.Soekarno ke Ende, Flores.


Tujuan Pembentukan Partindo

·         Menumpuk semangat mandiri.

·         Perbaikan hubungan dalam masyarakat (social, ekonomi, dll).

·         Pembentukan pemerintah rakyat berdasarkan demokrasi.

·         Mewujudkan Indonesia merdeka melauli hak-hak politik.

·         Untuk mencapai Indonesia merdeka yang mandiri tanpa campur tangan Negara penjajah.


Kegiatan Partindo

Dalam perkembangannya partindo melakukan kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan serta membangkitkan rasa Nasionalisme bangsa. Kegiatan itu diantaranya adalah

·         Meliputi kegiatan social dan ekonomi sebagai pusat.

·         Mempersiapkan Indonesia merdeka.

·         Mengadakan rapat dan kongres.


Kemunduran Partindo

Ada beberapa factor yang menyebabkan partindo mengalami kemunduran

·         Partindo dianggap terlalu radikal oleh pemerintah penjajah.

·         Ditangkapnya kembali Ir.Soekarno pada 1 agustus 1934.

·         Pada tanggal 18 november 1939 Sartono membubarkan partindo meski tanpa dukungan penuh dari anggotanya.


Penyebab Pembubaran Partindo

Partindo dibubarkan pada tahun 1939 oleh sartono tanpa ada dukungan penuh oleh anggotanya, mereka menganggap sartono membubarkan partindo tanpa ada alas an yang jelas. Namun menurut sartono ada beberapa penyebab yang mengharuskan partindo untuk dibubarkan yaitu:

·         PPKI melarang partindo untuk mengadakan rapat yang kemudian menyebabkan partindo keluar dari PPKI.

·         Kegiatan-kegiatan organisasi bersifat Radikal yang menyebabkan pemerintah melakukan pengawasan yang cukup ketat.

·         Partindo tidak bisa berkembang seperti pada umumnya.

Tokoh-Tokoh Partindo

·         Ir.Soekarno.

·         Sartono.

·         Anwari.

·         Adam Malik.

·         S. K. Trimurti.

·         Oei Tjoe Tat.

·         Moh. Hatta.

·         Gatot Mangkoeprodjo.

·         Assaat.

·         Siauw Giok Thjan.

·         Wikana.

·         Suwiryo.

·         Amir Sjarifoedin.

·         Yap Thiam Hien.


Kesimpulan

Partindo merupakan organisasi kelanjutan dari PNI yang didirikan oleh Sartono yang pada saat itu menjabat sebagai ketua PNI-lama menggantikan Soekarno yang di tangkap pemerintah belanda tahun 1929. organisasi ini berdiri pada 30 april 1931 dengan harapan PNI akan bergabung dengan dengan partindo. Tujuan dari partindo adalah untuk mencapai satu Negara kesatuan Republik Indonesia Merdeka dan kemerdekaan akan tercapai apabila seluruh rakyat Indonesia bersatu padu. Konsep sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi yang diusung Ir.Soekarno diterima sebagai cita-cita dari partai ini.

Tujuan pembentukan Partindo:

·           Menumpuk semangat mandiri.

·           Perbaikan hubungan dalam masyarakat (social, ekonomi, dll).

·           Pembentukan pemerintah rakyat berdasarkan demokrasi.

·           Mewujudkan Indonesia merdeka melauli hak-hak politik.

·           Untuk mencapai Indonesia merdeka yang mandiri tanpa campur tangan Negara penjajah.

Partindo dibubarkan pada tahun 1939 oleh sartono tanpa ada dukungan penuh oleh anggotanya, mereka menganggap sartono membubarkan partindo tanpa ada alas an yang jelas. Namun menurut sartono ada beberapa penyebab yang mengharuskan partindo untuk dibubarkan yaitu:

·         PPKI melarang partindo untuk mengadakan rapat yang kemudian menyebabkan partindo keluar dari PPKI.

·         Kegiatan-kegiatan organisasi bersifat Radikal yang menyebabkan pemerintah melakukan pengawasan yang cukup ketat.


Daftar Pustaka

Suhartono.1994. Sejarah Pergerakan Nasional Dari Budi Utomo sampai proklamasi 1908- 
               1945. Yogyakarta: pustaka pelajar (anggota IKAPI).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar