Bunga Rampai Aceh

Selamat Datang Di "Bunga Rampai Aceh" Http://ChaerolRiezal.Blogspot.Com

15 Desember 2013

Sebuah Coretan Catatan di Kampus



Seperti kita maklumi, sifat dan karakter seseorang sangatlah berbeda dari setiap orang dan terkadang begitu sulit untuk diprediksi. Betapa tidak, hal ini pun telah diperjelaskan dalam kitab Suci Al-Qur’an surat Al Hujaraat ayat 13, yang berbunyi: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (49:13)”

Sering kali kita tersentak pada perilaku seseorang yang selama ini dipersepsikan baik, ternyata mempunyai tabiat yang tidak mengenakkan tanpa diketahui siapa pun. Begitu juga sebaliknya, orang yang tak pernah kita sangka baik, malah mempunyai pendaran cahaya di hatinya. Siapa tahu?

Barang kali, komunikasilah yang paling cocok untuk mengetahui lebih dalam tentang harta karun tersebut, seperti halnya kata banyak orang “perkataan mu bisa mencerminkan perbuatan mu”. Namun, komunikasi ideal seperti apa yang mampu memberikan pencerahan kepada kita tentang bagaimana cara memahami orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya? Mengoptimalkan sisi-sisi kehidupan si lawan bicara, menganalisisnya secara tajam, dan mempraktikkan beberapa eksperimen sehingga reaksinya dapat kita tuai sebagai pelajaran hidup.


Memang, kita akan terkesan seperti seorang detektif yang mengutak-ataik dan mengobrak-abrik seluruh data penting seseorang atau pun seperti seorang Sang Hacker. Kadang-kadang, hal ini membuat orang lain tak nyaman dengan cara komunikasi kita. Akan tetapi, pelajaran seperti ini– yang diharapkan dilakukan sepanjang hayat– mutlak dilakukan sehingga kita mampu menyelami dan memosisikan diri kita jika menjadi lawan bicara. Dengan menduplikasi sedikit perilaku mereka, kita akan lebih bijak menyikapi hidup.

Kerap kali, orang memandang bahwa mempelajari lawan bicara hanya cukup dari cara mereka bertutur kata. Orang yang pandai berbicara dan mengumbar janji, lebih dianggap telah mempuni terhadap segala hal. Padahal, pendapat ini perlu dipertanyakan keabsahannya, karena ada cara lain yang lebih dapat mewakili pribadi seseorang, yaitu komunikasi nonverbal. Sebenarnya, setiap hari kita telah terbiasa menggunakan bahasa tanpa ucapan – orang mengenalnya sebagai “Bahasa Tubuh” atau Body Language.


Tentu saja kita pernah dan sering mengamati rekan atau kawan kita di kampus yang acuh tak acuh saat diajak berbicara, spontan mengalihkan topik pembicaraan, ataupun tanda kegemaran dari raut wajahnya. Dari situ, kita telah bisa mencoba mengurai sebuah pertanyaan, “Mengapa dia seperti itu?” sehingga dihasilkan jawaban, “Sepertinya, aku harus melakukan ini dech!” Namun, yang menjadi kendala adalah kita pernah memolakan ketika kita dihadapakan pada hal tersebut.

Pernahkah anda berpikir ketika mendapat masalah dan bertanya, “sepertinya aku pernah mengalami masalah ini dengan si A, deh!” atau “wah, kena masalah dengan si B lagi, nih! Atau “kasus itu lagi      .....” bahwa semua itu adalah kegagalan kita dalam memahami bahasa tubuh seseorang ? Apabila telah tahu ada perubahan tatapan mata, ekspresi wajah, ataupun gerak-geriknya, akan sangat mudah bagi kita untuk memprediksikannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar