Bunga Rampai Aceh

Selamat Datang Di "Bunga Rampai Aceh" Http://ChaerolRiezal.Blogspot.Com

4 Februari 2014

Aceh Pada Masa Purbakala



Zaman prasejarah di Aceh masih dapat kita ketahui hasil karya atau hasil kajian-kajian para arkeologi. Untuk mengetahui asal usul penghuni pertama yang menghuni wilayah Aceh tidak mudah di tentukan, namun dari data-data peninggalan sejarah purbakala membuktikan bahwa sudah ada manusia di Aceh pada masa prasejarah. Proses penelitian masa prasejarah di Aceh cukup lama, hal itu di karnakan penelitian Arkeologi masih langka/masih kurang. Namun walaupun data penelitian purbakala masih minim, tetapi tidak mengurangi  kita untuk menelusuri kondisi pada zaman tersebut. Harapan kita semua, makalah yang kami buat ini dapat menorong minat terhadap kajian Sejarah untuk para sejarawan dan Arkeologi. Oleh karana itu, kita membutuhkan pegangan yang kuat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam gambaran atau penulisan sejarah Aceh.

Aceh Masa Purbakala

Aceh terletak di ujung utara pulau sumatra dan paling barat kepulauan Nusantara.Bersama pulau-pulau besar dan kecil di sekelilingnya,Aceh kini dinamakan daerah istimewa provinsi Tingkat Nanggro Aceh Darussalam,di singkat dengan NAD, dalam Negara kesatuan republik indonesia.

Dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan manusia awal tersebut menempuh kehidupan yang berangsur-angsur berkembang dari tingkat primitif hingga berbagai kesanggupan sederhana dalam masa-masa keturunannya yang menyusul ,maka dapatlah di buat pembagian zaman yang di tempuh oleh manusia masa purbakala itu dalam tiga zaman batu , yaitu zaman batu tua(palasoticum),zaman batu pertengahan (mesolitikum), dan zaman batu muda (neolitikum).Adalah diluar kemampuan penulis disini untuk menjelaskan perkembangan zaman kebudayaan batu tersebut.ini sekedar hendak melihat selintas mula penyertaan aceh sejak zaman batu berdasarkan benda-benda yang ditemukan.


Sebegitu jauh yang dapat di jadikan pegangan mengenai penyertaan daerah ini dari zaman prasejaarah hanya dapat dimulai dari zaman batu pertengahan(mesolitikum).dr.H.kupper, mencatat penemuan batu-batu yang bergosok sebelah di empat tempat penggalian di Aceh ,tiga dibagian Aceh Utara,yaitu di krueng geukuh di bukit pangoi,tidak jauh dari jalan kereta api ,di kandang, dan sau lagi di Aceh Timur antara kuta binjei dan alue mirah.Batu bergosok sebelah tersebut semula mendapat nama sumatra lith(kapak sumatra).

Yang di maksud Masa purbakala adalah dimana pada masa itu, Masyarakat belum pernah mengenal tulisan dan sering juga di sebut masa prasejarah.Masa itu masyarakat hidup masih dengan cara sederhana , misalnya hidup dengan cara bercocok tanam, Berburu dan mengumpulkan makanan,serta tinggal   dengan secara tidak menetap atau yang sering di sebut dengan Non-modern.


Dari kehidupan Masyarakat pada saat itu ,Telah memunculkan berbagai kebudayaan masih kita kenal sampai sekarang , misal, budaya kepercayaan Animisme dan dinamisme,dan kondisi penggalian jenazah dari kuburan merupakan bentuk dari proses penguburan skunder seperti kebiasaan pada masa lalu

Asal Mula Orang Aceh

 Dalam buku “Aceh bumi iskandar Muda” yang dikarang oleh Darwis A.Doeleman, dituliskan bahwa asal- usul orang Aceh  yang dipekirakan berasal dari campa , dengan penduduk asli yang telah ada sebelumnya yang disebut ureung mante ,kemudian datanglah berbagai bangsa lain ke Aceh sehingga di Aceh ada perkembangan berbagai Bangsa, seperti perkampungan orang Arab, Gujarat, Turki, Melayu, dsb.


Yang terbukti dengan adanya perkampungan dengan peninggalan prasejerah seperti, nama keudah, peunayong, gampong keling, gampong jawa,.dll. Sumber lain menyebutkan bahwa bangsa Aceh merupakan salah satu suku dalam etnis melayu, hal ini di buktikan dengan adanya kemiripan dengan etnis melayu yang ada di Nusantara .Dan masih banyak lagi pendapat dan sumber-sumber yang menyatakan asal suku Aceh, seperti yang telah dijelaskan oleh teman kita sebelumnya.

Cara Hidup Atau Pemenuhah Pangan 

Pada masa itu, Alam memberikan cukup banyak bahan makanan untuk manusia .Akan tetapi manusia memerlukan alat-alat, seperti batu ,kayu,untuk mendapadkan bahan makanan tersebut,ciri utama kehidupan pada masa itu adalah dengan cara berburu hewan dan mencari tumbuh-tumbuhan. Masa itu juga di tanda kehidupan dengan corak yang sudah menetap di Gua, mereka juga telah dapat menjinakan Hewan untuk dipelihara dan telah mengenal bercocok tanam. Kegiatan berburu menunjukan bahwa Manusia sudah memiliki kemampuan memanfaatkan bahan-bahan di sekitarnya .

Sistem Religi (Kepercayaan)

Aspek Magis Religius dapat dibuktikan /diteliti melalui lukisan-lukisan yang ada di Dinding-dinding Goa yang bertalian erat dengan Tradisi Totem dan upacara-upacara  Tradisional, seperti  upacara Penghormatan kepada Roh-roh Nenek Moyang, upacara kesuburan, atau untuk memperingati  kejadian-kejadian penting. Tidak hanya itu , cara penguburan juga termasuk kedalam aspek religius , seperti yang terdapat di pantai timur pulau Sumatra ,yang terkait dengan penguburan , di antaranya adalah hematik. Hematik tidak banyak dijumpai, namun jika di tinjau dari kondisi bukit Kerang  yang semuanya berada di daerah Rawa . maka kemungkinan hematit dibawa dari daerah lain di luar daerah itu.


Pemberian hematit merupakan baentuk dari kepercayaan masyarakat  pada masa itu bahwa orang yang meninggal harus di perlakukan dengan baik. Hematit di temukan  pada kerangka di SukaJadi, kecamatan hinai , kabupaten langkat, yang bewarna merah, kemungkinan mereka  telah percaya bahwa ada kehidupan setelah mati.

Bukti Peninggalan Aceh Masa Purbakala

Telah banyak peninggala-peninggala kebudayaan Masyarakat Aceh pada Masa purbakala yang telah menunjukan adanya kehidupan Nenek Moyang  dari Masa ke masa, Peninggalan –peninggalan  tersebut antara lain Adalah:

Artefak Batu:

·         Kapak persegi  kapak lonjong dan kapak genggam di temukan di loyang mandale dan loyang putri pukes.

·         Sumatralith, alat yang berbrentukmemanjang, dan di buat dengan retus pada satu bidang sisi, yaitu di sekeliling dan di sebelah atasnya saja.

·         Alat-alat serpih, ditemukan di loyang mendale dengan bermacam-macam ukuran dan dari berbagai kotak gali,di antaranya  juga di temukan pada kotak gali s4 T14 spit 13 sebuah alat serpih dengan panjang  4cm, lebar 2cm, dan tebal 0,7cm.

·         Penemuan Mortar,temuan ini terdapat di sengkapan tanah sisa pengarukan tebing di loyang mandale juga mengidentifikasi  adanya  Aktifitas pemukulan dengan alat berbahan batu, Mortar ini juga di temukan di kotak-kotak gali, seperti kotak gali s4 t14 s2t2 dan sebagainya.

·         Mata panah, batu,, Gurdi, pahat batu, Alat-alat ini di temukan di loyang ujung karang.

Artefak Karang:

Salah satu sumber dalam prasejarah adalah adanya Artefak kerang  yang berupa Kjokken Mondingor yaitu sabuah tumpukan sampah  Kulit Kerang yang sering di sebut “Dapur sampah” yang ditemukan di Tamiang dan di Daerah Sumatra Utara.

Artefak Taring:

Ditemukan dua buah taring yang berukuran panjang 1,5 hingga 2cm dan lebarnya dari 0,8-1cm , yang masing- masing ujungnya berlubang yang diduga merupakan tering Binatang pengirat (hewan karnivora)temuan ini berasal dari Loyang mandale.

Gerabah 

Yang merupakan wadah yang terbuat dari tanah liat, yang secara Arkeolog telah mebuktikan di mana alat inin digunakan pada masa bercocok tanam, Gerabah ini ditemukan di Gua situs yaitu di loyang mandale dan loyang ujung Karang.

Ekofaktual , seperti:

Ø  Tulang , dari hasil peninggalan di Loyang Mandale telah di temukan sisa fauna seperti ikan ,Tanduk binatang bartulang belakang, kepiting, Ular,Aves, anjing, kerbau dll.Dari temuan-temuan tersebut ,itu dapat di perkirakan bahwa teleh ada hewan yang hidup di sekitar tempat tinggal mereka yang dapat di konsumsi yang tentunya  di dapatkan dengan cara memburunya.

Ø  Kerangka , banyak temuan-temuan pada masa purbakala yang dapat kita lihat di berbagai tempat di antara lain:

·         Rangka –rangka  dari bukit kerang di sepanjang pantai Timur di sumatra (mulai Medan hingga Aceh Utara)

·         Kerangka manusia yang di temukan di loyang mandale,(Dok. balai  Arkeolog Medan)

·         Kerangka di Loyang Ujunh Kerang  pada kotak ekskavasi  s2t2  yang berada di sekitar bagian dinding Timur.

Ø  Gigi , terdapat gigi yang di temukan di loyang mandale pada kotak gali u2 t1 dan u3 t1 dan situs loyang ujung Kerang di kotak gali s2 t2.

Terdapat juga Keramik dan Anyaman Rotan dan masih banyak lagi peninggalan-peninggalan yang  terdapat di Aceh pada masa Purbakala dulu.

Kesimpulan

Dengan data yang terbatas dari sejarawan kita sulit untuk mengungkapkan dan mempelurus sejarah Aceh Masa Purbakala ini , Oleh sebab itu kita harus mendalami study Arkeologi .Di Asia tenggara ,wilayah Aceh merupakan wilayah pertama yang di huni manusia ,.Dibukit kerang Aceh timur( Langsa ,Tamiang) dan Sumatra Utara (Binjai, dan sekitarnya )di tumukan sisa-sisa manusia 100,000 tahun yang lalu.

Bukit kerang ini bersebelahan dengan timur Sumatra dan hanya terpisah oleh Selat Malaka.Penduduk prasejarah pada saat itu di perkirakan nelayan dengan makanan  pokok jenis kerang ,dan tidak di herankan gigi mereka Aus . Penduduk sudah mulai api serta menguburkan mayat dengan upacara tertentu.

Telah banyak peninggalan (Artefak)yang telah di temukan di berbagai Daerah itu menunjukan  bahwa persebaran Manusia dan berbagai alat kebutuhan hidupnya telah ada sejak dulu., sebelum 7.400 tahun yang lalu.sejak saat itu telah ada kelompok manusia dan Ras Astromelanosoid yang tinggal di pesisir timur pulau Sumatra , mereka adalah budaya hoabinl,yaitu budaya yang barasal dari Viatnam bagian utara yang hidup dengan Mengeksploitasi biota marin, 

Dan berdasarkan temuan-temuan dan budaya-budaya terdapat di Loyang Ujung Karang dan Loyang Mandale , maka kerngka manusia Prasejarah yang di temukan dua situs tersebut adalah Nenek Moyang orang Gayo.

Sumber:

Wiradyana ketut,Setiawan Taufikurahmah. Merangkai Identitas Gayo. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta:2011

Azwar Ridwan, Ismail Fauzi, Ismail Azman, dkk. Aceh Bumi Iskandar Muda. Pemerintah Provinsi Nanggro Aceh Darussalam. Banda aceh: 2008.

Lombrat Denys. Kerajaan Aceh, zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636), Keputusan Populer Gramedia , Jakarta Selatan: 2006

Nonususanto Nugroho, Sejarah Nasional Indonesia , Balai Pustaka Jakarta :1975

Said Muhammad. Aceh Sepanjang Abad, UTP, Jakarta: 2009

Wajdi Farid, Aceh Bumi Srikandi. Pemerintah Provinsi Nanggro Aceh Darussalam , banda Aceh :2008

Sufi Rusdi, Thamrih, Mibrahim, Aziz.M.munir dkk. Aceh Tanah Rencong. Banda Aceh:2008

Yusuf Hasanudin, Adnan. Sejarah Aceh dan Stunami. AR-Ruzz Media, Yogyakarta :2005

Ahmad Zakirah. Sejarah  Perlawanan Aceh Terhadap Kolonialisme dan Impirialisme, Yayasan PeNA, Banda Aceh, Banda Aceh: 2008.


Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Sejarah Universitas Syiah Kuala Angkatan 2012 Banda Aceh – Darussalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar