22 Juni 2013

Upacara Proklamasi Kemerdekaan

            Pada saat fajar menyingsing, tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpin bangsa Indonesia yang terlibat dalam perumusan teks proklamasi baru keluar dari rumah Laksamana Maeda. Mereka telah sepakat untuk melaksanakan upacara proklamasi kemerdekaan di depan rumah kediaman Bung Karno. Bung Hatta menugaskan B.M. Diah agar memperbanyak atau menggandakan teks proklamasi dan menyebarluaskannya.

            Berkat kerja keras para pemuda, pagi hari rumah kediaman Bung Karno telah dipadati massa, para pemuda, dan tokoh-tokoh PPKI untuk turut menyaksikan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pasukan Peta dengan senjata lengkap berjaga-jaga di sekitar rumah Bung Karno. Komandannya Shudancho Latif Hendraningrat dan Shudancho Arifin Abdurahman, sibuk mempersiapkan keperluan upacara dan memimpin anak buahnya.


            Sementara itu, Sekretaris Ir. Soekarno, menugaskan S. Soehoed, komandan pengawal rumah Bung Karno dan pemimpin Barisan Pelopor, agar menyiapkan tiang bendera dari bambu. Bendera Merah Putih telah pula disiapkan oleh Fatmawati Soekarno. Bendera Merah Putih itu dijahitnya sendiri.

            Upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan secara sederhana dengan ururtan acara sebagai berikut:

a.       Pembacaan Proklamasi.

b.      Pengibaran bendera Merah Putih.

c.       Sambutan Walikota Soewirjo dan Dr. Moewardi.

            Sekalipun sederhana, upacara proklamasi dilakukan dengan penuh hidmat dan rasa haru. Dengan suara mantap Ir. Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan, yang disusul kemudian dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan. Upacara dilanjtkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Acara ini diiringi oleh nyanyian lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Soepratman. Upacara kemudian ditutup dengan sambutan Walikota Soewirjo dan Dr. Moewardi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar