Bunga Rampai Aceh

Selamat Datang Di "Bunga Rampai Aceh" Http://ChaerolRiezal.Blogspot.Com

18 April 2013

Kisah Nabi Yaqub .a.s


Allah telah menyampaikan kepada Nabi Ibrahim A.S. berita gembira tentang kelahiran Nabi yang elit yaitu Ishaq dan Ya’qub. Allah telah berfirman yang bermaksud:

“Maka ketika Ibrahim sudah Ibrahim sudah menjauhkan diri daripada mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya’qub Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi. Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebahagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi. (Maryam, 19: 49-50).

17 April 2013

Kisah Nabi Yahya a.s


Yahya adalah anak kepada Nabi Zakaria A.S. Kelahirannya merupakan keajaiban karena baginda dilahirkan oleh seorang wanita yang telah lama didapati mandul dan bapa yang sudah tua. Dalam keadaan yang hampir berputus asa, Nabi Zakaria A.S. yang sudah berumur, berdoa kepada Allah s.w.t. supaya mengurniakan seorang anak lelaki yang boleh menjadi pewaris, penyampai ajaran agama Allah. Doanya telah dimakbulkan serta merta.

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi khabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (Maryam, 19: 7)

Kisah Nabi Ishaq.a.s


Ishaq adalah anak dari isteri pertama Ibrahim, Sarah. Ketika mengandung, Sarah sudah sangat lanjut usia. Saat itu ia diperkirakan telah berusia 90 tahun. Karenanya ia sangat heran, bagaimana mungkin dalam usia selanjut itu masih hamil. Berita tersebut sekaligus menjadi pelipur lara Ibrahim yang baru mendengar kabar sedih tentang perilaku orang-orang Sodom dan Amurah pada Luth.

Ternyata Ishak lahir dengan sehat. Tak banyak terkisahkan riwayat hidup Ishak ini. Yang pasti ia banyak menemani ayahnya untuk berdakwah di daerah Kana’an dan Sam -Palestina. Ia kemudian menikahi Rifqah, cucu saudara Ibrahim bernama Nahur. Dari penikahannya itu, mereka dikarunia dua anak yakni Ishu dan Ya’kub. Ya’kub kemudian menjadi rasul pula. Orang-orang Yahudi sekarang adalah keturunan Ya’kub. Mereka menyebut nama kakek moyangnya tersebut “Israel” -nama yang kini diabadikan sebagai nama negara oleh orang-orang Yahudi.

Kisah Nabi Ilyasa a.



Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun serta Ilyas. Nama Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania. Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi sahabat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.

Kisah Nabi Ilyas a.s


Selepas kematian Nabi Sulaiman A.S., kerajaan telah mengalami perpecahan. Pengaruh syaitan telah berleluasa. Manusia yang beragama diejek-ejek. Undang-undang Somaria telah membunuh kebanyakan golongan yang mengetahui dan mengikuti akidah yang sebenar. Pengaruh kejahatan menjadi semakin buruk dan Allah telah menghantar Nabi Ilyas A.S. untuk memulihkan manusia pada zaman pemerintahan Raja Ahab dari Israil. Baginda berusaha berusaha bersungguh-sungguh untuk menyelamatkan manusia daripada mempercayai banyak tuhan dan melarang mereka menyembah Tyrian Bal. 

Baginda juga menasihati manusia untuk menyembah Allah dan mengelakkan diri daripada melakukan kejahatan. Apabila usahanya tidak dihiraukan dan tidak membuahkan hasil, baginda tiba-tiba muncul sebeum raja dan tukang tiliknya memberitahu yang arus deras dan kebuluran akan melanda negeri tersebut. Baginda juga memberitahu yang Tyrian Bal tidak mempunyai kuasa untuk menahan bencana tersebut. Para penduduk tidak mengendahkan amarannya dan tidak mengubah kepercayaan mereka. Kenabian Nabi Ilyas akhirnya terbukti benar dan seluruh negeri dilanda banjir besar dan rakyat mengalami kebuluran. Selepas dua tahun, Nabi Ilyas memohon Allah mengurniakan belas kasihan dan keampunan-Nya kepada penduduk yang kebuluran itu. Mereka telah mengakui kekuasaan Allah dan berasa sangat menyesal.

30 Maret 2013

Abu Habib Muda Seunagan, Selain Ulama Besar juga Pejuang


Abu Habib Muda Seunagan, yang dilahirkan di desa Krueng Kulu Kecamatan Seunagan Aceh Barat, dan sangat dikenal dalam masyarakat Aceh Barat dan Selatan, ternyata bukan hanya seorang ulama besar, tapi juga seorang pejuang yang melawan penjajah dalam membela negara untuk memperoleh kemerdekaan.

Menurut cerita Habib Qurysy bin Habib Muda Seunagan (anak kandungnya) dan Said Mahdi BA Bin Habib Puteh, (kini camat Beutong) selaku pemegang amanah almarhum, bahwa Abu Habib Muda semasa kanak-kanak hingga dewasa, Beliau hijrah ke mukim Tadu Atas kecamatan kuala, karena pada saat itu Belanda mulai menyerang Seunagan.

22 Maret 2013

Ketika Mereka Sulit Untuk Di Atur



Sebuah catatan kehidupan. Semakin usia kita panjang, semakin panjang pula catatan pengalaman hudup kita. Bagi mereka yang mau memetik pelajaran dari pengalamannya, maka pengalaman jadi kekayaan yang unik baginya. Usia pula yang membawanya pada kebijakan. Sementara bagi mereka yang bersikap acuh tak acuh, pengalaman tak lebih dari goresan di atas pasir pantai. Usia tak menjamin apa-apa selain ketuaan baginya.

Mengungkap Tragedi Pembantaian Muslim Di Beutong Ateuh



Selain menguras habis kekayaan alam Aceh, rezim Soeharto juga melancarkan genosida atas Muslim Aceh. Yang terkenal adalah masa DOM (Daerah Operasi Militer) atau Operasi Jaring Merah (1989-1998). Banyak peneliti DOM sepakat jika kekejaman rezim ini terhadap Muslim Aceh bisa disetarakan dengan kekejaman yang dilakukan Milisi Serbia terhadap Muslim Bosnia di era 1990-an. Wilayah NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) yang sangat luas, sekujur tanahnya dijadikan kuburan massal di sana-sini. Muslim Aceh yang berabad-abad hidup dalam izzah Islam, dihinakan oleh rezim fasis Soeharto serendah-rendahnya.

7 Maret 2013

Warisan Tengku Muhammad Daud Beureueh Yang Terlantar


Sudah banyak orang bercerita tentang daya magis kepemimpinan Tengku Muhammad Daud Beureueh. Tokoh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) itu tak hanya dikenal sepak terjangnya memimpin perang gerilya dan berpidato menyihir massa, tetapi juga tak segan-segan mengayun cangkul dan bergelimang lumpur bersama rakyatnya. 

Tragedi Berdarah Simpang KKA

Tanggal 3 Mei punya banyak makna bagi warga Aceh Utara, dan juga bagi rakyat Aceh pada umumnya. Tanggal tersebut selain bermakna resistensi atau perlawanan rakyat melawan negara, juga sebuah kenangan buruk, betapa negara begitu semena-mena terhadap rakyatnya. Karenanya, saban tahun meski tak rutin karena kondisi Aceh tak selalu kondusif untuk mengenang tragedi warga Aceh Utara khususnya para korban tragedi Simpang KKA memperingatinya.

Soekarnoisme Tidak Usah Ajari Rakyat Aceh!


Aceh, berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia, karenanya tidak perlu memaksakan diri untuk menyamakannya. Rakyat Aceh sudah sangat memahaminya bagaimana membangun dirinya dari berbagai ekses yang terjadi sebagai dampak perlawanan terhadap rezim korup sebelumnya.


Selamatkan Rawa Tripa


Rawa Tripa adalah kawasan hutan gambut yang terletak di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat Daya (Abdya), memiliki luas 62.000 hektare (ha) lebih dan masuk ke dalam Kawasan Ekosistem Lauser (KEL). Namun, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Dengan Hak Guna Usaha (HGU) yang didapat dari Pemerintah Aceh, Rawa Tripa kini “diperkosa” oleh tujuh perusahaan perkebunan sawit, yang sedikitnya sudah mengeksploitasi antara 3.000-13.000 ha. 

Putera Aceh Yang Terlupakan: Fatahillah Sang Pendiri Kota Jakarta


Ternyata, kontribusi Aceh untuk RI bukan hanya menyumbangkan dua pesawat terbang sebagai modal awal Indonesia ketika baru merdeka, atau bahasa pasee yang dijadikan linguafrangka, Nama Indonesia “masih ada” pada dunia internasional juga disuarakan lewat suara Radio Rimba Raya. Saat itu Indonesia sudah dikop kembali oleh Belanda dalam agresi ke II. Tapi juga yang mendirikan ibukota Negara Indonesia itu ternyata didirikan oleh seorang putra Aceh yang bernama Fatahillah.

Menguak Misteri Rumoh Geudong

Diantara sederet kisah luka di Aceh, Rumoh Geudong (Pos Sattis, -Kopassus) memang memiliki sebuah kisah dan sejarah tersendiri bagi rakyat Aceh. Ditengah isu politik pada masa akan dicabutnya Daerah Operasi Militer (DOM) pada tanggal 7 Agustus 1999 saat jendral Wiranto menjabat, semakin terbuka peluang atas pengungkapan berbagi kasus kejahatan HAM yang terjadi di Aceh.

Krueng Aceh (Sungai Aceh)


Krueng Aceh merupakan salah satu sungai yang terletak di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sungai ini berhulu di Cot Seukek Kabupaten Aceh Besar dan bermuara di desa Lampulo Kota Banda Aceh.

Keu Guree Kamoe Bapak Rusdi Sufi


Oleh: T.A. Sakti

Assalamu’alaikom kawom ikhwany
Hormat ulon bri akan pembaca
Lam “CAKRA HIMAS” lon keuneuk rawi
Keu Pak Rusdi nyang ka “bersara”